Puncak Kokurikuler, Siswa SMAN 1 Purwantoro Tampilkan Sendratari Ramayana

Foto: Penampilan sendratari Ramayana saat puncak kokurikuler, Kamis (16/4)

SMA MEWAH — SMAN 1 Purwantoro menggelar pertunjukan seni sendratari Ramayana pada Kamis, 16 April 2026, di Aula sekolah setempat. Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa kelas X, mulai dari kelas X1 hingga X9, sebagai puncak pagelaran kokurikuler kelas X.

Pagelaran ini menampilkan kisah epik Ramayana yang dikemas dalam bentuk sendratari, memadukan unsur tari, drama, dan musik tradisional. Setiap kelas menampilkan kreativitasnya dengan penuh totalitas, menghadirkan pertunjukan yang memukau para penonton.

Kepala SMAN 1 Purwantoro, Sumanto, mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan yang telah berlangsung dengan sukses. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada siswa dan para guru yang telah bekerja keras.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras siswa kelas X dan para wali kelas yang telah berupaya maksimal sehingga penampilan sendratari Ramayana ini dapat terwujud dengan sangat baik,” ujarnya.

Sementara itu, penanggung jawab kegiatan, Dwi Sulsityaningsih, menjelaskan bahwa sendratari Ramayana merupakan bagian dari pembelajaran kokurikuler kelas X dengan tema berbudi bawa laksana. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada seni pertunjukan, tetapi juga pembentukan karakter siswa.

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kebersamaan, gotong royong, guyub rukun, serta kekompakan antar siswa, baik dalam satu kelas maupun lintas kelas. Ini juga menjadi implementasi nilai-nilai sekolah Adipangastuti, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan kesan mendalam terhadap antusiasme para siswa. “Semangat anak-anak untuk menjiwai peran dan tampil maksimal sungguh luar biasa,” tambahnya.

Di sisi lain, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Sutantyo Wibowo, menilai kegiatan ini memiliki banyak sisi positif dalam mendukung capaian profil lulusan.

“Sisi positifnya sangat jelas, kegiatan ini mampu mewujudkan delapan dimensi lulusan. Mulai dari keimanan dan ketakwaan, bela negara dan kewargaan yang tercermin dari filosofi cerita, hingga kreativitas, inovasi, kolaborasi, gotong royong, kesehatan, dan kemampuan komunikasi,” ungkapnya.

Melalui kegiatan kokurikuler berbasis budaya ini, SMAN 1 Purwantoro berharap dapat terus membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, berbudaya, dan mampu bekerja sama dalam keberagaman. (DNP)